Bimo Bimo Bimo Bimo - December 5, 2025
Strategi Bisnis 2026
Strategi Bisnis 2026

Memasuki 2026, tantangan bisnis bukan lagi soal siapa yang paling cepat promosi, tapi siapa yang paling siap secara strategi. Banyak usaha terlihat sibuk, tapi arahnya tidak jelas. Ada yang omzet naik, tapi margin turun. Ada yang ramai, tapi tidak bisa scale. Masalahnya sering bukan di eksekusi, melainkan di perencanaan.

Strategi bisnis 2026 menuntut pelaku usaha dan perusahaan untuk lebih realistis, berbasis data, dan adaptif terhadap perubahan pasar. Perencanaan tahunan tidak cukup hanya berupa target omzet, tapi harus mencakup sistem kerja, pengelolaan biaya, arah pemasaran, dan kesiapan tim.

Artikel ini membahas bagaimana menyusun strategi bisnis 2026 yang relevan untuk UMKM maupun perusahaan, mulai dari cara membaca kondisi bisnis saat ini, menyusun perencanaan yang masuk akal, hingga menentukan prioritas strategi agar bisnis tetap tumbuh dan tidak sekadar bertahan.


Masuk 2026, pola bisnis makin menuntut ketahanan sistem, bukan sekadar kecepatan jualan. Pasar makin sensitif harga, biaya operasional cenderung naik, dan konsumen makin rasional dalam mengambil keputusan. Artinya, strategi bisnis tidak bisa lagi reaktif atau tambal sulam.

Beberapa kondisi yang perlu disadari sejak awal:

1. Tekanan Biaya Semakin Terasa

Biaya bahan baku, logistik, SDM, dan operasional cenderung naik. Strategi bisnis 2026 harus memasukkan efisiensi sebagai agenda utama, bukan opsi tambahan. Perusahaan dan UMKM yang tidak punya kontrol biaya akan kesulitan menjaga margin.

2. Konsumen Lebih Selektif

Promosi agresif tidak otomatis menghasilkan penjualan. Konsumen membandingkan nilai, kualitas, dan pengalaman. Ini menuntut strategi yang lebih fokus pada value proposition, bukan diskon semata.

3. Persaingan Tidak Lagi Lokal

UMKM kini bersaing dengan brand nasional bahkan global, baik lewat marketplace maupun media sosial. Perencanaan bisnis 2026 perlu mempertimbangkan diferensiasi yang jelas, bukan sekadar ikut tren.

4. Keputusan Bisnis Harus Lebih Berbasis Data

Insting saja tidak cukup. Owner dan manajemen perlu mulai terbiasa membaca data penjualan, biaya, dan performa operasional untuk menentukan arah strategi perusahaan 2026.

5. Tim dan Sistem Menjadi Penentu

Bisnis yang masih bergantung penuh pada owner akan sulit scale. Strategi 2026 perlu memprioritaskan sistem kerja, pembagian peran, dan penguatan tim agar operasional lebih stabil.

Bagian ini menjadi fondasi sebelum masuk ke tahap penyusunan strategi. Tanpa memahami kondisi awal, perencanaan bisnis 2026 berisiko tidak realistis dan sulit dieksekusi.


Kesalahan paling umum dalam menyusun strategi bisnis 2026 adalah semua ingin dikejar sekaligus. Padahal, strategi yang baik selalu dimulai dari penentuan arah yang jelas. Tidak semua bisnis harus scale up. Tidak semua juga cukup bertahan.

Di tahap ini, owner dan manajemen perlu jujur membaca kondisi bisnis saat ini, lalu memilih satu fokus utama.

1. Strategi Bertahan (Stabilization Strategy)

Cocok untuk bisnis yang:

  • margin menipis

  • cashflow ketat

  • biaya operasional mulai berat

  • pasar sedang lesu

Fokus strategi bertahan:

  • menekan biaya tanpa menurunkan kualitas utama

  • merapikan cashflow

  • mempertahankan customer existing

  • menghentikan aktivitas yang tidak berdampak langsung

Dalam perencanaan bisnis 2026, strategi bertahan bukan berarti menyerah, tapi menjaga napas bisnis tetap panjang.


2. Strategi Tumbuh (Growth Strategy)

Cocok untuk bisnis yang:

  • sudah stabil secara operasional

  • punya produk yang jelas market-nya

  • cashflow relatif aman

Fokus strategi tumbuh:

  • menaikkan volume penjualan

  • memperluas channel pemasaran

  • meningkatkan repeat order

  • optimasi proses internal

Strategi perusahaan 2026 di fase ini harus disiplin. Growth tanpa kontrol sering berujung ke chaos operasional.


3. Strategi Scale Up

Cocok untuk bisnis yang:

  • sistem sudah berjalan

  • tim mulai solid

  • demand konsisten

  • owner tidak lagi pegang operasional harian

Fokus scale up:

  • standardisasi SOP

  • delegasi peran manajemen

  • ekspansi wilayah atau lini produk

  • penguatan brand dan struktur organisasi

Scale up bukan soal cepat besar, tapi siap menampung pertumbuhan.


4. Jangan Campur Arah Strategi

Satu kesalahan fatal:
ingin efisiensi ekstrem tapi juga ekspansi agresif.
ingin bertahan tapi memaksa buka cabang.

Strategi bisnis 2026 harus satu arah utama, sisanya jadi pendukung.


Menentukan arah ini akan memengaruhi seluruh keputusan berikutnya: target, anggaran, struktur tim, hingga aktivitas marketing.


Strategi tanpa perencanaan hanya jadi wacana. Di 2026, perencanaan bisnis harus sederhana, terukur, dan bisa dijalankan, bukan dokumen tebal yang berhenti di meja.

Berikut kerangka perencanaan bisnis 2026 yang praktis untuk UMKM dan perusahaan.

1. Tetapkan Target yang Masuk Akal

Hindari target lompat jauh tanpa dasar. Gunakan data 2024–2025 sebagai baseline.
Contoh:

  • target omzet naik 10–20 persen jika kondisi stabil

  • target margin naik 2–5 persen lewat efisiensi

  • target repeat order meningkat, bukan hanya customer baru

Target yang realistis memudahkan eksekusi dan evaluasi.

2. Turunkan Target Menjadi Program Kerja

Setiap target harus punya program yang jelas.
Contoh:

  • target omzet → program peningkatan channel penjualan

  • target efisiensi → program audit biaya dan SOP

  • target growth → program penguatan tim dan sistem

Tanpa program, target hanya angka.

3. Tentukan Prioritas Utama

Dalam strategi bisnis 2026, tidak semua harus dikerjakan sekaligus.
Pilih 3–5 prioritas utama untuk satu tahun.
Sisanya ditunda agar tim tidak kelelahan dan fokus tetap terjaga.

4. Susun Anggaran Berbasis Strategi

Anggaran harus mengikuti arah strategi, bukan kebiasaan tahun lalu.
Jika fokus bertahan:

  • tekan biaya non-esensial
    Jika fokus tumbuh:

  • alokasikan anggaran marketing dan operasional pendukung
    Jika fokus scale:

  • siapkan anggaran sistem dan SDM

Ini inti dari perencanaan bisnis 2026 yang sehat.

5. Tetapkan Indikator Evaluasi

Minimal tentukan:

  • indikator bulanan

  • indikator kuartalan

  • siapa yang bertanggung jawab

Tanpa indikator, strategi perusahaan 2026 sulit dikontrol.


Rekomendasi ARS Management sebagai Konsultan Bisnis untuk Strategi 2026

Menyusun strategi bisnis 2026 tidak cukup hanya dengan target dan rencana di atas kertas. Tantangan utamanya justru ada pada eksekusi, konsistensi, dan kemampuan membaca kondisi bisnis secara objektif. Di titik inilah banyak owner dan manajemen membutuhkan sudut pandang eksternal yang lebih netral dan terstruktur.

ARS Management hadir sebagai konsultan bisnis yang membantu UMKM maupun perusahaan dalam menyusun dan menjalankan strategi bisnis secara realistis. Pendekatan yang digunakan tidak berbasis teori semata, tetapi fokus pada kondisi riil bisnis, kapasitas tim, dan tujuan jangka menengah hingga panjang.

Beberapa peran utama ARS Management dalam pendampingan strategi bisnis 2026 meliputi:

  • Membantu menentukan arah strategi yang paling relevan: bertahan, tumbuh, atau scale up

  • Menyusun perencanaan bisnis tahunan yang terukur dan bisa dieksekusi

  • Mengidentifikasi titik kebocoran biaya dan inefisiensi operasional

  • Membantu owner membaca data bisnis untuk pengambilan keputusan

  • Mendampingi proses evaluasi strategi secara berkala agar tetap on track

Dengan pendampingan konsultan, owner tidak perlu mengambil keputusan besar sendirian atau mengandalkan feeling semata. Setiap langkah disusun berdasarkan analisis dan diskusi yang terarah.

Bagi UMKM dan perusahaan yang ingin menghadapi 2026 dengan strategi yang lebih matang, ARS Management dapat menjadi partner strategis untuk membantu bisnis berjalan lebih tertata, adaptif, dan berkelanjutan.


Saatnya Susun Strategi Bisnis 2026 dengan Pendamping yang Tepat

Jika bisnis masih berjalan tanpa arah strategi yang jelas, 2026 berisiko hanya jadi pengulangan masalah yang sama. Target ada, promosi jalan, tapi keputusan masih reaktif dan hasilnya tidak konsisten.

ARS Management membantu owner dan manajemen menyusun strategi bisnis 2026 yang realistis, terukur, dan bisa dijalankan. Mulai dari penentuan arah bisnis, perencanaan tahunan, analisis data, hingga evaluasi strategi secara berkala.

Daripada menebak-nebak langkah sendiri, lebih baik diskusikan langsung dengan konsultan bisnis yang memahami kondisi lapangan.

👉 Konsultasikan strategi bisnismu sekarang

Hubungi ARS Management

📞 WhatsApp: +62 812 2769 3838
📧 Email: ars.manage@gmail.com
🌐 Website: www.arsmanagement.co.id
📍 Yogyakarta

Info Promo klik: Jasa Konsultan Manajemen Bisnis ARS Management

Baca juga:

Related Posts