Bimo Bimo Bimo Bimo - December 14, 2025
Kesalahan Perusahaan Memilih Event Organizer yang Masih Terjadi di 2026
Kesalahan Perusahaan Memilih Event Organizer yang Masih Terjadi di 2026

Di 2026, penggunaan event organizer perusahaan sudah menjadi praktik umum. Seminar, gathering, product launching, hingga internal meeting kini hampir selalu melibatkan EO. Namun faktanya, banyak event perusahaan tetap bermasalah. Bukan karena tidak menggunakan event organizer, melainkan salah memilih event organizer.

Event berjalan, tetapi terasa tidak rapi. Anggaran terserap besar, namun dampaknya minim. Tim internal tetap kelelahan, sementara hasil event sulit dievaluasi. Kesalahan ini sering kali bukan terjadi di hari pelaksanaan, melainkan sejak tahap awal pengambilan keputusan.

Artikel ini membahas kesalahan-kesalahan perusahaan dalam memilih event organizer yang masih sering terjadi di 2026, agar manajemen dapat mengambil keputusan lebih tepat dan menjadikan event sebagai alat strategis, bukan sekadar agenda rutin.


1. Memilih Event Organizer Perusahaan Hanya Berdasarkan Harga

Kesalahan paling umum dan masih sering terjadi adalah menjadikan harga sebagai satu-satunya faktor penentu. Banyak perusahaan langsung memilih EO termurah tanpa memahami secara detail apa yang sebenarnya didapatkan.

Yang sering terlewat untuk dicek:

  • ruang lingkup kerja EO
  • sistem koordinasi dan komunikasi
  • jumlah personel yang disiapkan
  • pengalaman menangani event serupa

Akibatnya, banyak kebutuhan penting baru muncul menjelang hari H dan dibebankan sebagai biaya tambahan. Event organizer perusahaan yang terlihat murah di awal justru sering menjadi mahal di akhir.

Di 2026, pendekatan ini semakin berisiko karena kompleksitas event perusahaan semakin tinggi.


2. Tidak Mengevaluasi Pengalaman EO di Event Korporat

Tidak semua event organizer cocok untuk event perusahaan. Banyak EO kuat di event komunitas, hiburan, atau promosi, tetapi belum tentu paham standar korporat.

Event perusahaan menuntut:

  • komunikasi formal dan terstruktur
  • pengambilan keputusan cepat tapi terkontrol
  • sensitivitas terhadap brand dan reputasi
  • koordinasi lintas divisi dan stakeholder

Kesalahan terjadi saat perusahaan tidak mengecek:

  • portofolio event korporat
  • jenis klien yang pernah ditangani
  • skala dan kompleksitas event sebelumnya

Event organizer perusahaan idealnya sudah terbiasa menghadapi dinamika manajemen dan standar profesional perusahaan.


3. Tidak Jelasnya Pembagian Peran antara EO dan Tim Internal

Banyak event bermasalah bukan karena EO tidak bekerja, tetapi karena pembagian peran yang tidak jelas sejak awal. Perusahaan mengira EO menangani semuanya, sementara EO menganggap beberapa hal adalah tanggung jawab internal.

Dampaknya:

  • keputusan saling menunggu
  • koordinasi berulang dan tidak efisien
  • konflik tanggung jawab di hari pelaksanaan

Event organizer perusahaan yang profesional selalu bekerja dengan:

  • scope kerja tertulis
  • alur koordinasi yang disepakati
  • PIC jelas dari kedua pihak

Tanpa kejelasan ini, event rawan miskomunikasi meskipun EO berpengalaman.


4. Menganggap Event Organizer Hanya Sebagai Vendor Teknis

Di 2026, kesalahan ini masih sering terjadi. EO diperlakukan hanya sebagai pelaksana teknis, bukan partner strategis. Padahal event perusahaan kini menuntut lebih dari sekadar eksekusi.

Event organizer perusahaan yang baik seharusnya terlibat dalam:

  • penerjemahan tujuan bisnis ke konsep event
  • penyusunan timeline realistis
  • pengelolaan anggaran berbasis prioritas
  • mitigasi risiko teknis dan operasional

Ketika EO hanya dijadikan “tukang jalanin acara”, potensi event untuk mendukung bisnis tidak pernah maksimal.


5. Melibatkan EO Terlalu Dekat dengan Hari H

Kesalahan berikutnya adalah menghubungi event organizer perusahaan saat waktu persiapan sudah sangat terbatas. Akibatnya:

  • konsep dipaksakan
  • opsi vendor terbatas
  • biaya kurang efisien
  • risiko teknis meningkat

Di 2026, perusahaan idealnya melibatkan EO sejak:

  • penentuan tujuan event
  • penyusunan timeline awal
  • perencanaan anggaran

Semakin awal EO terlibat, semakin besar peluang event dirancang dengan rapi dan minim risiko.


6. Tidak Mengecek Sistem Kerja dan Manajemen Risiko EO

Banyak perusahaan hanya melihat hasil visual dan mengabaikan sistem kerja EO. Padahal sistem kerja menentukan kualitas event secara keseluruhan.

Hal yang seharusnya dicek:

  • bagaimana EO menyusun timeline
  • bagaimana alur komunikasi saat ada perubahan
  • bagaimana mitigasi jika terjadi kendala teknis
  • bagaimana pengambilan keputusan di hari H

Event organizer perusahaan yang profesional selalu punya sistem, bukan mengandalkan improvisasi semata.


7. Tidak Melakukan Evaluasi EO Setelah Event Selesai

Kesalahan terakhir yang sering terjadi adalah tidak melakukan evaluasi setelah event. Setelah acara selesai, tim langsung kembali ke aktivitas lain tanpa menilai kinerja EO secara objektif.

Evaluasi penting untuk:

  • menilai apakah EO sesuai ekspektasi
  • mencatat kelebihan dan kekurangan
  • menentukan kelayakan kerja sama jangka panjang

Tanpa evaluasi, perusahaan berisiko mengulang kesalahan yang sama di event berikutnya.


Penutup

Di 2026, memilih event organizer perusahaan adalah keputusan strategis. Event membawa nama brand, melibatkan anggaran besar, dan berdampak langsung pada persepsi stakeholder. Kesalahan dalam memilih EO tidak hanya memengaruhi satu acara, tetapi juga citra perusahaan secara keseluruhan.

Dengan memahami dan menghindari kesalahan-kesalahan di atas, perusahaan dapat menjadikan event sebagai alat komunikasi dan bisnis yang efektif, bukan sekadar agenda tahunan yang melelahkan.


Pilih Event Organizer Perusahaan yang Tepat Sejak Awal

Jika perusahaan Anda ingin menyelenggarakan event yang rapi, terarah, dan berdampak nyata, ARS Management siap menjadi event organizer perusahaan yang profesional dan strategis. Kami membantu perusahaan mulai dari perencanaan, pengelolaan timeline, pengaturan anggaran, hingga eksekusi event dengan standar korporat.

👉 Konsultasikan kebutuhan event perusahaan Anda sekarang

Hubungi ARS Management

📞 WhatsApp: +62 812 2769 3838
📧 Email: ars.manage@gmail.com
🌐 Website: www.arsmanagement.co.id
📍 Yogyakarta

Info Promo klik: Jasa Konsultan Manajemen Bisnis ARS Management

Baca juga:

Related Posts