
Banyak pemilik usaha merasa sudah punya data, tapi tetap bingung menentukan arah bisnis. Angka penjualan ada, traffic ada, stok ada, laporan keuangan ada—tapi semua terasa seperti informasi yang lewat begitu saja. Akhirnya keputusan bisnis dibuat pakai feeling, bukan pakai analisis.
Padahal keputusan yang baik selalu dimulai dari kemampuan membaca data dengan benar. Tidak perlu rumit atau teknis seperti analis profesional. Yang penting owner tahu data mana yang relevan dan bagaimana menggunakannya untuk menentukan langkah bisnis.
Artikel ini membahas cara menilai data bisnis secara sederhana, jelas, dan bisa langsung dipakai untuk pengambilan keputusan sehari-hari.
Data Apa Saja yang Wajib Owner Pantau?
Supaya keputusan bisnis lebih terarah, owner tidak perlu memantau semua data. Cukup fokus pada data inti yang benar-benar mempengaruhi arah bisnis. Berikut empat kelompok data utama yang paling menentukan.
1. Data Penjualan
Ini data terpenting dan jadi dasar hampir semua keputusan.
Yang perlu diperhatikan:
-
total penjualan per hari/minggu/bulan
-
produk yang paling laku
-
produk yang tidak bergerak
-
pola penjualan saat ramai dan sepi
Dari sini owner bisa menilai apakah bisnis stabil, menurun, atau naik.
2. Data Cost & Pengeluaran
Owner sering melewatkan bagian ini, padahal cost menentukan sehat tidaknya bisnis.
Perhatikan:
-
biaya produksi
-
biaya operasional (listrik, sewa, bahan)
-
biaya marketing
-
biaya tenaga kerja
Data ini membantu owner tahu apakah margin keuntungan cukup atau malah tergerus.
3. Data Customer Behavior
Ini data yang memengaruhi strategi marketing dan pengembangan produk.
Yang perlu dicek:
-
dari mana pelanggan datang
-
produk apa yang paling sering dicari
-
keluhan yang paling sering muncul
-
waktu pelanggan paling aktif membeli
Data ini jadi dasar perbaikan produk dan pelayanan.
4. Data Operasional
Digunakan untuk melihat apakah tim bekerja efisien atau tidak.
Contohnya:
-
kecepatan produksi
-
tingkat kesalahan kerja
-
keterlambatan pengiriman
-
stok bahan baku
Jika ada masalah di sini, biasanya berdampak langsung pada kualitas bisnis.
Cara Menilai Data Bisnis Agar Bisa Dibuat Keputusan
Setelah tahu data apa yang penting, langkah berikutnya adalah cara membacanya. Banyak owner punya data lengkap, tetapi sulit memahami apa artinya. Berikut metode paling sederhana yang bisa langsung dipakai tanpa tools rumit.
1. Bandingkan Data dengan Periode Sebelumnya
Perbandingan paling mudah dan paling sering dipakai konsultan bisnis.
Contoh:
-
bandingkan penjualan bulan ini dengan bulan lalu
-
bandingkan traffic minggu ini dengan minggu lalu
-
bandingkan cost Q1 dengan Q2
Kalau naik, cari penyebabnya.
Kalau turun, cari apa yang berubah.
Tujuannya bukan angka, tapi alurnya.
2. Cari Pola (Pattern)
Data bisnis selalu punya pola.
Contoh pola yang paling relevan untuk owner:
-
ramai saat weekend
-
penjualan naik ketika ada promo
-
cost naik di musim tertentu
-
stok habis saat event tertentu
Pola membantu owner memprediksi dan menyiapkan strategi.
3. Temukan Angka yang Aneh
Dalam analisis bisnis, angka “janggal” itu sangat penting.
Misalnya:
-
penjualan turun drastis hanya di hari tertentu
-
cost bahan tiba-tiba melonjak
-
tingkat retur barang meningkat
-
traffic tinggi tapi closing rendah
Angka aneh biasanya mengarah ke masalah operasional atau marketing.
4. Gunakan Aturan 80/20 (Pareto)
Ini teknik favorit konsultan bisnis.
80% hasil biasanya datang dari 20% faktor.
Contoh:
-
80% penjualan mungkin berasal dari 20% produk
-
80% komplain berasal dari 20% masalah
-
80% biaya berasal dari 20% aktivitas
Fokus pada 20% yang paling berdampak.
5. Uji Keputusan dengan Simulasi Sederhana
Tidak perlu rumit.
Owner cukup tanya:
-
“Kalau cost naik 10%, apa dampaknya?”
-
“Kalau stok habis, apa yang terjadi?”
-
“Kalau promo dihentikan, penjualan akan drop berapa?”
Keputusan menjadi lebih logis karena diuji sebelum dijalankan.
Kesalahan Owner Saat Membaca Data Bisnis
Banyak keputusan bisnis yang salah bukan karena datanya jelek, tapi karena cara membacanya keliru. Berikut kesalahan yang paling sering dilakukan owner.
1. Fokus pada Angka Besar, Abaikan Detail
Contoh: hanya melihat total omzet tanpa memperhatikan margin.
Padahal omzet tinggi tidak menjamin bisnis sehat kalau marginnya kecil.
2. Mengambil Keputusan Berdasarkan Feeling
Owner sering merasa “kayaknya rame kok” padahal datanya turun.
Feeling boleh dipakai, tapi harus didukung data.
3. Menggabungkan Semua Data Jadi Satu
Terlalu banyak data bikin bingung.
Fokus saja ke data inti:
-
penjualan
-
cost
-
customer
-
operasional
Sisanya bisa menyusul.
4. Tidak Melihat Data dalam Jangka Panjang
Keputusan tidak boleh berdasarkan 1 hari atau 1 minggu saja.
Lihat setidaknya:
-
tren 3 bulan
-
tren per-kuartal
-
tren tahunan
Supaya tidak salah baca kondisi bisnis.
5. Tidak Menyimpan Catatan dengan Rapi
Masalah umum: data tercecer di WhatsApp, struk hilang, Excel tidak update.
Kalau datanya tidak rapi, hasil analisis pasti salah.
Langkah Praktis Membuat Keputusan Bisnis Berdasarkan Data
Setelah data terkumpul dan dianalisis, langkah berikutnya adalah mengubahnya menjadi keputusan yang bisa dijalankan. Berikut metode paling praktis yang sering dipakai konsultan bisnis dan mudah diikuti owner.
1. Tentukan Masalah Utama
Selalu mulai dari satu pertanyaan sederhana:
“Apa masalah paling besar di bulan ini?”
Bukan semuanya sekaligus.
Contoh:
-
margin turun
-
stok sering habis
-
penjualan stagnan
-
customer banyak komplain
Pilih satu, baru lanjut ke langkah berikutnya.
2. Cocokkan Masalah dengan Data
Setiap masalah pasti punya data penjelas.
Contoh:
-
margin turun → cek cost
-
stok habis → cek kecepatan supply
-
komplain naik → cek operasional
-
penjualan stagnan → cek produk & promo
Jangan nebak-nebak. Cocokkan data dengan masalah.
3. Buat 2–3 Opsi Solusi
Biar keputusan lebih objektif, buat minimal 2 pilihan.
Misal penjualan stagnan:
-
tingkatkan promo
-
tambah varian produk
-
perbaiki SOP pelayanan
Pemilihan solusi akan lebih jelas kalau ada pembanding.
4. Pilih Solusi Paling Minim Risiko
Solusi terbaik bukan yang paling keren, tetapi yang paling:
-
murah
-
cepat
-
aman
-
sesuai kapasitas bisnis
Owner tidak perlu solusi besar—cukup langkah realistis yang bisa dieksekusi minggu ini.
5. Uji di Periode Singkat
Jangan langsung uji 3 bulan. Terlalu lama.
Cukup:
-
7 hari
-
14 hari
-
atau 1 bulan
Lihat datanya setelah implementasi.
Kalau hasil baik → lanjut.
Kalau tidak → ganti strategi.
6. Catat Hasil dan Buat Keputusan Lanjutan
Keputusan bisnis itu bukan sekali jalan.
Setiap perubahan harus dicatat supaya owner tahu strategi mana yang bekerja dan mana yang tidak.
Penutup
Ambil keputusan bisnis tidak harus rumit. Owner tidak perlu menjadi analis profesional untuk bisa membaca data. Yang penting adalah tahu data mana yang relevan, bagaimana menemukan pola, dan bagaimana menghubungkannya dengan masalah yang sedang terjadi di bisnis.
Dengan cara membaca data yang lebih terarah, keputusan akan jauh lebih logis, lebih cepat, dan tidak lagi bergantung pada feeling semata. Bisnis jadi lebih mudah dikendalikan dan langkah ke depannya lebih jelas.
Konsultasikan Data Bisnismu Bersama ARS Management
Kalau kamu masih bingung membaca data penjualan, margin, operasional, atau perilaku customer, ARS Management bisa membantu melakukan analisis secara terstruktur. Kamu akan mendapatkan panduan langkah demi langkah untuk mengambil keputusan yang lebih tepat dan realistis.
Hubungi ARS Management
📞 WhatsApp: +62 812 2769 3838
📧 Email: ars.manage@gmail.com
🌐 Website: www.arsmanagement.co.id
📍 Yogyakarta
Info Promo klik: Jasa Konsultan Manajemen Bisnis ARS Management
Baca juga:
