Peningkatan Kapasitas dan Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Lanskap Budaya di Situs Warisan Dunia Borobudur.

Ars Management bekerjasama dengan UNESCO Office Jakarta dalam program “Peningkatan Kapasitas dan Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Lanskap Budaya di Situs Warisan Dunia Borobudur”. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat lokal tentang hubungan antara Situs Warisan Dunia Kawasan Candi Borobudur dan tradisi desa sehingga menarik minat mereka untuk melestarikan Situs Warisan Dunia. Melalui keterkaitan yang teridentifikasi, program ini juga bermaksud untuk mempromosikan mata pencaharian lokal dengan menarik pengunjung untuk mengunjungi desa.

Dalam kegiatan ini, terdapat 3 program kerja yang dikelola oleh ARS Management, yaitu:

  1. Finalisasi Pemetaan Buku Potensi Industri Kreatif dan Cagar Budaya Kawasan Borobudur.
  2. Lokakarya Virtual “Interpretasi Candi Borobudur dan Korelasinya dengan Potensi Desa – Desa di Kawasan Borobudur”.
  3. Lokakarya Pembuatan Paket Virtual Tur bagi Para Pemandu Muda Desa di Kawasan Candi Borobudur melalui Media Online.

Dalam kegiatan Finalisasi Pemetaan Buku Potensi Industri Kreatif dan Cagar Budaya Kawasan Borobudur ini, tugas ARS Management adalah mengonfirmasi dan memperbarui ulang konten tulisan yang telah dibuat pada tahun 2018 agar sesuai dengan kondisi masing-masing desa saat ini yang berjumlah 20 desa yang terletak di kecamatan Borobudur. Konsultasi ini terbagi dalam dua kegiatan, yaitu konsultasi secara dalam jaringan (daring) melalui zoom dengan 20 pemerintah desa kawasan Borobudur dan konsultasi secara langsung (tatap muka). Konsultasi pertama melalu daring, berlangsung dari bulan Oktober – November 2020. Dari proses konsultasi melalui daring ini, terdapat berbagai catatan dari setiap desa, catatan ini kemudian diolah dan dituliskan kembali untuk melengkapi tulisan sebelumnya. Setelah tulisan cukup lengkap tim Ars Management kembali melakukan konsultasi final dengan para perangkat pemerintah desa secara langsung (tatap muka), berkunjung ke setiap desa. Konsultasi ini berlangsung pada tanggal 18 – 21 Januari 2021.

Kegiatan kedua adalah Lokakarya Virtual “Interpretasi Candi Borobudur dan Korelasinya dengan Potensi Desa – Desa di Kawasan Borobudur” yang bekerjasama dengan Balai Konservasi Borobudur (BKB). Lokakarya ini bertujuan untuk memperkuat cerita masing-masing desa di kawasan Borobudur sebagai desa wisata yang mempunyai sejarah keterkaitannya dengan Candi Borobudur. Potensi yang ada di desa digali, diidentifikasi, ditelaah, kemudian dicocokan dengan relief-relief yang terdapat di candi untuk dijadikan sebuah cerita. Lokakarya berlangsung pada kamis, 28 Januari 2021,  dari pukul 8:30 – 11:00 WIB di Citraweb Cultural Center dan disiarkan secara live streaming melalui akun youtube BKB.  Lokakarya ini diikuti 78 orang yang terdiri dari perwakilan desa – desa di Kecamatan Borobudur, para pemandu muda, dan pelaku wisata.

Kegiatan ketiga adalah Lokakarya Pembuatan Paket Virtual Tur bagi Para Pemandu Muda Desa di Kawasan Candi Borobudur melalui Media Online.  Kegiatan ini pada awalnya akan dilakukan melalui daring. Namun menimbang karakter workshop dan juga jumlah peserta workshop hanya sebanyak 10 orang di mana masih memenuhi kuota keamanan kesehatan Covid-19 untuk dapat berkumpul secara luar jaringan (luring), maka diputuskan lokakarya ini secara luring di Balkondes Desa Kenalan selama 4 hari, yaitu 26, 27, 29, 30 Januari 2021. Materi lokakarya terdiri dari pengenalan mengenai virtual tour, pelatihan tentang cara mendongeng yang menarik, dan mengenal dan praktik cara membuat video secara sederahana dengan perangkat telepon genggam yang menghadirkan para narasumber kompeten di bidangnya. Lokakarya ini diikuti oleh para pemandu muda pemandu muda dari kawasan Borobudur yang merupakan penerima manfaat dari program Kita Muda Kreatif yang juga difasilitasi oleh UNESCO Jakarta dengan dukungan CITI Foundation.

Keseluruhan rangkaian kegiatan ini berjalan lancar dengan keluaran yang diperoleh sesuai dengan tujuan acara. Dalam kegiatan ini, ARS Management bertugas untuk mengelola seluruh proses acara; yaitu kehadiran para peserta, mengusulkan dan menghadirkan nara sumber, melakukan persiapan teknis seperti, membuat jadwal kegiatan, membuat undangan, kerangka acara, menentukan lokasi acara, mengawal jalannya acara, dan penutupan acara, dan berbagai aktivitas teknis manajemen lainnya sebagai aktvitas pendukung kelancaran kegiatan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*