Permata di Ujung Tanduk

SAKUNTALA:

Hujan tak menghentikan perang kembang

Bahkan lagumu yang tengah dimainkan di ujung hutan

Jalan setapak ini tak menuju kemana-mana

Ia melingkar menggambar hati yang pudar ditumbuhi belukar

Aku mencintaimu meski pertunjukan mesti berakhir di sini

Aku tetap mencintaimu sebagaimana sungai Malini dan burung-burung Sakuni

 

Mengawali tahun ini, The Wayang Bocor akan menampilkan sebuah karya baru berjudul “Permata di Ujung Tanduk” yang ditulis dan disutradarai oleh Gunawan Maryanto. Naskah ini diadaptasi dari karya puisinya “Sakuntala” yang telah diterbitkan oleh PT. Gramedia Pustaka Utama.

Penampilan perdananya akan hadir dalam panggung Pergelaran Musikalisasi Sastra 2019 “JENTERA”di Concert Hall, Taman Budaya Yogyakarta, pada 20 September 2019, pukul 8. Acara ini merupakan program rutin tahunan Taman Budaya Yogyakarta yang menghadirkan pemanggungan karya sastra baik sastra Indonesia ataupun Jawa, dalam berbagai bentuk pertunjukan seni yang mengutamakan penggunaan unsur musik dalam pemanggungannya. Selain itu, pertunjukan ini juga akan dihadirkan di ruang panggung yang lebih intim kisaran bulan November atau Desember (waktu dan tempat masih dalam konfirmasi).

Selain di Yogyakarta, The Wayang Bocor juga akan tampil di Jakarta sebanyak 6 kali di Dia.Lo.Gue Artspace Kemang, pada 24 – 27 Oktober 2019 dalam program Festival Alumni Kelola seri Wayang Bocor. Pementasan ini merupakan bentuk nyata dukungan The Wayang Bocor untuk Yayasan Kelola dalam program fundraising yang saat ini sedang diinisiasinya. Sebuah program baru dari Yayasan Kelola yang bertujuan untuk pencarian dana bagi pengembangan program Yayasan Kelola dengan memanfaatkan jaringan alumni Yayasan Kelola (kelompok seni yang pernah menerima dana program Hibah Seni Kelola). Seluruh hasil penjualan tiket ataupun pendapatan lain yang terkait dengan program ini, seluruhnya akan menjadi hak Yayasan Kelola.

Sinopsis “Shakuntala”

Seorang bayi tergeletak begitu saja di tepi sungai Malini. Burung-burung Sakuni pun merawat bayi itu. Menjaganya dari marabahaya. Dialah Sakuntala. Seorang perempuan yang terhapus namanya. Dialah ibu dari Bharata, moyang Pandawa dan Kurawa.

Kisah cintanya dengan Raja Dusyanta pun tak berakhir bahagia. Ia tak pernah diakui kehadirannya. Untuk kedua kalinya ia disingkirkan.

Tapi di Wayang Bocor Sakuntala menawar takdirnya, menolak ketidakadilan, menolak untuk disingkirkan.

 

Info: 0812-2769-3838

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*